Rabu, 25 Februari 2009

kisah cinta

Al-kharaithiy telah menceritakan melalui Al-haitsam bin 'adiy, dari 'Uwanah Ibnul Hakam bahwa Umar bin Abu Rabi'ah telah berjanji akan berhenti dari b'syairnya, tidak akan menyukainya lagi, dan bernadzar akan mengorbankan onta du setiap kesalahannya.

ketika pada suatu malam dia pergi untuk bertawaf di Baitullah. Di sana dia bersua dengan wanita cantik yang sedang bertawaf juga, dan di belakang wanita itu ada seorang lelaki yang mengikutinya. setiap wanita itu melangkahkan kakiny, lelaki itu mengikuti langkahnya dengan menginjak bekas telapak kaki wanita yang di ikutinya.

umar menyaksikan pemandangan yang aneh itu dengan penuh tanda tanya. Setelah wanita itu selesai tawaf, lelaki itu mengikutinya sebentar, kemudian beranjak pergi. Pada saat itu umar langsung menemuinya, ia bertanya:"critakan lah kepadaku apa yang barusan kamu lakukan?". lelaki itu menjawab: "baiklah, wanita yang kamu lihat adalah anak pamanku. aku sangat mencintainya, namun aku tidak punya harta. Aku pernah mencoba melamarnya tapi pamanku bersikap tidak simpati kepadaku kerna dia meminta mas kawin yang tidak mampuku penuhi. Apa pun yang barusan engkau lihat, itu hanya kesempatan ku untuk bersua kepadanya hanya pada saat tawaf. Hanya itulah bagianku darinya seperti yang engkau lihat."

Umar lalu bertanya: "siapa nama paman mu?" dijawabnya anu bin anu. Umar berkata: "kalau begitu, ikutlah bersamaku menemui pamanku itu!" keduanya berangkat dan menemui pamanya, lalu pamanya menyambut kedatangannya seraya bertanya: "wahai Abu khathab, apa perlumu denganku?" Umar berkata: "kawinkanlah anak perempuanmu dengan keponakanmu yang bernama anu, dan ini adalah mas kawin yang ku berikan kepadamu dari hartaku, sesuai dengan permintaan mu." sang paman: "kalau begitu aku akan melakukannya" Umar barkata: "aku ingin keduanya duduk bersandingan dan tidak akan meninggalkkan tempat ini sebelum itu." Sang paman manjawab: " baiklah aku akan melakukannya." 'umar pun tidak beranjak dari tempat itu sebelum keduanya di nikahkan dan di persandingkan menjadi satu.

sesudah itu Umar pulang ke rumah dan merabahkan dirinya di atas pembaringan, namun matanya tidak mau di pejamkan bahkan dadanya bergelora ingin mekantunkan syair. Melihat keadaan itu budak perempuan yang merasa aneh lalu ia menanyakan kepada majikannya apa yang sebenarnya yang telah terjadi, kemudian ia berkata: " wahai tuhan, apa yang sebenarnya yang telah terjadi hingga membuat tuan gelisah seperti ini??" setelah budak perempuannya mendesaknya, akhirnya terlontarlah dari mulutnya bait syair berikut:

" budak perempuan ku, saat melihatku kambuh ingin bersyair
yang selama ini sudah ku tekadkan untuk berhenti

dia bertanya: "kulihat tuan hari ini begitu gelisah
dan tampak bersedih karena memendam sesuatu.

demi tuhan, apakah telah datang utusan dari si dia sehingga engkau merindu
ataukah engkau melihat temannya??

ku jawab: " seorang saudara yang sedang jatuh cinta
mengadu kepadaku, seperti biasa
engkau mengetahui pada lumrahnya masa sekarang.

dia mengadukan kepadaku apa yang di alaminya
dari Hindun, sehingga pengalamanya
mirip dengan apa yang pernah ku alami

orang yang pernah jatuh cinta,
pasti akan tergugah hatinya manakala mersua
dengan orang-orang yang mabuk asmara

memang sudah berapa banyak
orang yang ditolak olehnya

namun tak dapat melupakanya,
sedangkan aku menjauh darinya

manakala kulihat dia berpaling dariku,
aku pun berpaling darinya
meskipun hati ini masih tergila-gila kepadanya"

1 komentar:

Emakk!! mengatakan...

mass...
bgs bgt...
I like it...

fight mz.... semangat bwt UAN...
mga suksesss... :D

Posting Komentar

siahkan mbacot d sni,

(maav kasar dikit.,hhhee)