Selasa, 18 Mei 2010

my story about =>ESQ dan OUTBOND "OsiS se-Jateng"


Salatiga, 6-9 Mei 2010 dari Diknas Jateng mengadakan acara, mananya ESQ dan OUTBOND "oSiS se-Jateng" wah seru banget tuh .
pngalaman yang tak terlupakan.
carita ini berawal dari stelah q mandi sore.
tau2 si Agi (tmnQ) blng ma aq "Ak, kmu skrg siap2 cz kmu jm 7 mlm haruz brngkat ikud sminar ESQ"
wah..wah..wah..
lngsng dc siap2 nyeterika bju yg lom d sterika DLL.
wkt i2 aq brngkt pke clana pensil, hem lngan panjang, ma spatu putih.,
nah brngkt dc
t'nyata smpe sana t'nyata aq telat.
lngsng cepat2 registrasi wlopun ada oknum dari diknas yg bnyak bacot, waktu i2 aq di suru pke bju sragam osis, eeee..... tp aq gk bwa osis (bwany baju identitas skolah) tyuz cramah lagi dc manusia2 diknasnya n akhirnya aq balik agy k asrama untung ny aq di tmani sopir skola (jadiny serasa sopir pribadi gto :D )
smpe asrama nyari baju osis smpe 1 jm baru ktmu, stealah ktmu balik agy dc k tmpt seminar.
smpe di sna waahhh malu banged .,
uda telat, di suru k t4 yg paling dket ma pmbicara agy.,
wah malu dc pkkny.,
Alhmdulillah untung cpt slesai.,
dan
nahhh q blom dftar kamar, tyuz q dftar kmar nah kta bpk2ny "dek, kmu sekamar sma cwek ya. hhee??" aq, "wehh, jngan ah pak ntar klo ad ap2 mlh brabe :D" bpk2 "yaw dh kmu di kmr H2 di wisma H y dek " aq, "ugkei2"
stelah itu aq lngsng cabud k wisma n k kmr H2.
wehh t'nyato aq skamar ma cwek tp syngny cweny cma 2 TOk.. tp gpp yg pnting aq dpt tman baru.
aq skamar dg org asyik (di ajak rame BISA!) baru knal uda bgadang bareng smpe sngh 1 mlm.
ada crita bagus nc . kn praturan dari panitia jgn kloar kmr di atas jm 22.00 wib, nah tmn q ada yg kloar wat ambil spatu, tiba2 => panitia "dek, kmu tau ini jm brp??" tmnq,"tau kak" panitia,"nah, kmu cerdas . skrng kmu kna surat tilang cz kmu kloar dr jm 10 mlm"
tmnQ mbaatin "iso2ne lho tilang, wong aq ndue sim og :D"
wkwkwkwkwkwkwkwkwk

macem2 ajh panitia bkin praturan.

ke esokan harinya :
bngun pagi2 jm 4an lngsng mandi n sholat subuh brjama'ah ma tmn2 se-wisma tiba2 jm 5 tepat

"10, 9, 8 ....... 3, 2, 1 AYO CEPET!! YANG TELAT BARISSS.!!! TANGAN 'DI PAFING' HITUNGA 20X"
eleh2 baru 1 hari di kasi sarapan yg mnyehatkan badan n MEMANGKELKAN HATI .wkwkwk

stelah itu peserta melakukan stracing (olahraga pagi) lalu b'kmpul per klompok.
nah q kn lom puny klompok nc jdiny linglung.
tp akhirny q dpt klompok.

panitiia mmerintahkan agar stiap klompok mnamai klompok n mnunjuk kmandan klompok masing2 ktemu 2h nma klompok n komndan klompok.
nma klompokny adlh "PATTIMURA" hahhaa.,
mntabzz.,
stelah itu qta di suru mmbuat yel2.,
wah saya akui yel2 klompok q .,.,., (wagu)
tp gpp yg pnting asyik.
sing pnting 'pattimura" is the best.

stelah smoa clear smoa peserta mkan.
mkan sperti byasa yg q lakuin d asrama.,

ala militer gtu.,
mkan pke ceremonial segala.,
hhaa




Read More..

Jumat, 13 November 2009



sudah ada seseorng yg nyata n riel adanya bukan khayalan,,
tp kq gtu yaw.
stelah aq bisa nemuin yg nyata itu kadang di kq jadi beda gt.,
aq uda dket ma dy.,
tp aq mngkin bisa jarng deket ma dy.,
tp aq pngeen bgd bisa deket ma dy tyuz.,
tp gmn agy.,
sussa cuy.,

Read More..

Minggu, 08 Maret 2009

story of me.,



ssuatu yg ku rasa.,
sangat sakid sekali.,
pisah dengan teman.,

aq ingin skali tinggal bersama mereka lbih lama..,
tp takdir berkata beda.,
aq pisah dg mreka.,
gra" ksalahan yang spele dan wali santri yang rese.,
aq pun kluar dr tmpat berkumpul, bcanda, sedih, senang pkkx smua rasa q rasain d sana..,

aq sangat g terima.,
tp apa daya.,
q tak bisa berubat apa".,


aq sangat iri sekali ketika tmn" d lantik menjadi "Organisasi Plajar".,
ingin rasax berorganisasi sperti itu,.,
yang mengiurusi santri dari bangun tidur sampai tidurnya lagi.,

tp uda terlnjur .
aq uda kluar.,

memang aq mrasakn d luar yg bebas.,
mau ngapain bisa.,

tp di luar q tak mrasakan kebersamaan yang sama sperti tmpat q yang dlu.,

Read More..

Rabu, 04 Maret 2009

INSPIRATOR



ku tak tau apa yang ku lakukan
ku tau ku tak pantas untukmu
walau pun menurutku
kau adalah sesuatu
yang indah bagi diriku
ketika ku pandang
ketika ku pikirkan

dan sesuatu itu susah
untuk ku hilangkan
dari benaku

karena kau adalah inspirasiku
untuk aku ke depannya.,
Read More..

Selasa, 03 Maret 2009

Rintihan

hal yang sikin aq sangad resah.,
aq d kcangn ma orng "itu" mmng q slh ma orng "itu"
tp y gmn lagi.
aq g bsa apa aq mmng salah ma dy.,
tyuz mo d apain lg cba.,

wadoooohhh,.

pusing.,


ngapa yaw q dr dlu g bsa ngeapuz pkirn q.,
pdhl wnita i2 bnyk.,
aq g abiz pkr klo jdx kyk gni.
wlo pun aq p'nh smpe streezz mkirn dy.,

"Ya ALLAH tnangkan hatiku ini"
Read More..

Rabu, 25 Februari 2009

kisah cinta

Al-kharaithiy telah menceritakan melalui Al-haitsam bin 'adiy, dari 'Uwanah Ibnul Hakam bahwa Umar bin Abu Rabi'ah telah berjanji akan berhenti dari b'syairnya, tidak akan menyukainya lagi, dan bernadzar akan mengorbankan onta du setiap kesalahannya.

ketika pada suatu malam dia pergi untuk bertawaf di Baitullah. Di sana dia bersua dengan wanita cantik yang sedang bertawaf juga, dan di belakang wanita itu ada seorang lelaki yang mengikutinya. setiap wanita itu melangkahkan kakiny, lelaki itu mengikuti langkahnya dengan menginjak bekas telapak kaki wanita yang di ikutinya.

umar menyaksikan pemandangan yang aneh itu dengan penuh tanda tanya. Setelah wanita itu selesai tawaf, lelaki itu mengikutinya sebentar, kemudian beranjak pergi. Pada saat itu umar langsung menemuinya, ia bertanya:"critakan lah kepadaku apa yang barusan kamu lakukan?". lelaki itu menjawab: "baiklah, wanita yang kamu lihat adalah anak pamanku. aku sangat mencintainya, namun aku tidak punya harta. Aku pernah mencoba melamarnya tapi pamanku bersikap tidak simpati kepadaku kerna dia meminta mas kawin yang tidak mampuku penuhi. Apa pun yang barusan engkau lihat, itu hanya kesempatan ku untuk bersua kepadanya hanya pada saat tawaf. Hanya itulah bagianku darinya seperti yang engkau lihat."

Umar lalu bertanya: "siapa nama paman mu?" dijawabnya anu bin anu. Umar berkata: "kalau begitu, ikutlah bersamaku menemui pamanku itu!" keduanya berangkat dan menemui pamanya, lalu pamanya menyambut kedatangannya seraya bertanya: "wahai Abu khathab, apa perlumu denganku?" Umar berkata: "kawinkanlah anak perempuanmu dengan keponakanmu yang bernama anu, dan ini adalah mas kawin yang ku berikan kepadamu dari hartaku, sesuai dengan permintaan mu." sang paman: "kalau begitu aku akan melakukannya" Umar barkata: "aku ingin keduanya duduk bersandingan dan tidak akan meninggalkkan tempat ini sebelum itu." Sang paman manjawab: " baiklah aku akan melakukannya." 'umar pun tidak beranjak dari tempat itu sebelum keduanya di nikahkan dan di persandingkan menjadi satu.

sesudah itu Umar pulang ke rumah dan merabahkan dirinya di atas pembaringan, namun matanya tidak mau di pejamkan bahkan dadanya bergelora ingin mekantunkan syair. Melihat keadaan itu budak perempuan yang merasa aneh lalu ia menanyakan kepada majikannya apa yang sebenarnya yang telah terjadi, kemudian ia berkata: " wahai tuhan, apa yang sebenarnya yang telah terjadi hingga membuat tuan gelisah seperti ini??" setelah budak perempuannya mendesaknya, akhirnya terlontarlah dari mulutnya bait syair berikut:

" budak perempuan ku, saat melihatku kambuh ingin bersyair
yang selama ini sudah ku tekadkan untuk berhenti

dia bertanya: "kulihat tuan hari ini begitu gelisah
dan tampak bersedih karena memendam sesuatu.

demi tuhan, apakah telah datang utusan dari si dia sehingga engkau merindu
ataukah engkau melihat temannya??

ku jawab: " seorang saudara yang sedang jatuh cinta
mengadu kepadaku, seperti biasa
engkau mengetahui pada lumrahnya masa sekarang.

dia mengadukan kepadaku apa yang di alaminya
dari Hindun, sehingga pengalamanya
mirip dengan apa yang pernah ku alami

orang yang pernah jatuh cinta,
pasti akan tergugah hatinya manakala mersua
dengan orang-orang yang mabuk asmara

memang sudah berapa banyak
orang yang ditolak olehnya

namun tak dapat melupakanya,
sedangkan aku menjauh darinya

manakala kulihat dia berpaling dariku,
aku pun berpaling darinya
meskipun hati ini masih tergila-gila kepadanya"
Read More..

Senin, 24 November 2008

aku melawan teroris

“Aku Melawan Teroris”
Sebuah Kedustaan Atas Nama Ulama Ahlussunnah
Oleh: Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary

Siapa tak kenal Imam Samudra? Ia begitu popular karena menjadi tersangka dalam kasus Bom Bali. Sebuah buku atas namanya meluncur. Repotnya, buku yang sarat subhat itu justru menggunakan berbagai ‘dalil’ yang kemudian ditafsiri seenak perut. Tujuannya tentu, mencari pembenaran atas aksi yang mengatasnamakan Islam itu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa misi perbaikan alam dan menegakkan kemaslahatan hamba, seperti beliau nyatakan dalam sabdanya: “Sesungguhnya tak ada seorang nabi pun sebelumku kecuali menjadi hak atasnya untuk menunjukkan umatnya pada kebaikan yang diketahuinya untuk mereka dan memperingatkan dari kejelekan yang diketahuinya untuk mereka.” (HR. Muslim dalam Shahih-nya, Kitabul Imarah no. 1844)

Tak diragukan bahwa para Salaf, yakni para shahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in adalah orang-orang terdepan dalam meraih kemaslahatan dan menghindar dari segala kerusaka. Hal ini pulalah yang kemudian mereka serukan sebagai suatu manhaj yang dianut. Maka, Manhaj Salaf adalah dakwah Al-Haq, dakwah Islam, di mana Islam meliputi seluruh aspek kehidupan. Seruannya datang untuk mengeluarkan manusia dari gelapnya syirik menuju cahaya tauhid, dari kerancuan dan bid’ah menuju kesatuan sunnah dan aqidah. Sama sekali tidak berdiri di atas hawa nafsu dan ra‘yu (logika), akan tetapi di atas apa yang telah Allah tetapkan. (Usus Manhaj As-Salaf fi Da’wati Ilallah, oleh Asy-Syaikh Fawwaz As-Suhaimi rahimahullah hal. 98)

Bantahan terhadap Buku Aku Melawan Teroris
Nebeng-menebeng adalah gaya yang disukai banyak orang. Pasalnya, di samping mudah, juga praktis dan gratis. Namun hal itu sangat berbahaya manakala ahli bid’ah dan ahli batil yang memperagakannya. Tentu, mengakibatkan banyak umat akan tertipu. Di kala manhaj Salafus Shalih mulai kembali dikenal umat dengan karunia Allah lalu dengan keutamaan para ulama Ahlus Sunnah yang senantiasa menyerukan untuk kembali kepada dakwah Islam yang haq, maka untuk menjauhkan umat dari As-Sunnah dan para ulamanya dan menyebarkan kerancuan di tengah-tengah mereka, tak sedikit dari para ahli bid’ah yang sembunyi di balik manhaj yang benar, manhaj Salafus Shalih.
Sebut saja Imam Samudra, salah seorang pelaku peledakan bom jahat Bali yang mengguncang Indonesia di antara rentetan peristiwa bom-bom lainnya di tanah air. Dengan ulahnya itu isu terorisme pun kian santer. Lewat buku yang ditulisnya yang berjudul Aku Melawan Teroris, dia mengaku berpola keislaman menurut manhaj Salafus Shalih, dan bahwa tindakannya pun atas dukungan para ulama yang bermanhaj Salafus Shalih.
Inilah terutama yang menjadi sorotan saya terhadap isi buku tersebut, di samping tindakan-tindakannya yang dia nisbatkan pada para Salafus Shalih. Tentunya ini semua sebagai upaya nasehat bagi yang bersangkutan dan Al-Bayan (penjelasan) kepada umat bahwa cara yang ditempuhnya jauh dari manhaj Salafus Shalih dan tidak pula berjalan di atas fatwa para ulama yang menempuh manhaj Salaf.
***
(warga)
Imam Samudra mengatakan, “Dengan demikian jelaslah bahwa “sipil” bangsa-bangsa penjajah yang pada asalnya tidak boleh diperangi, berubah menjadi boleh diperangi karena adanya tindakan melampaui batas yaitu pembantaian atas warga sipil yang dilakukan oleh bangsa penjajah. Dengan demikian, tercapailah keseimbangan hukum dalam perlawanan dan demikian jihad bom Bali tidak dilakukan secara asal-asalan dan serampangan.” (Aku Melawan Teroris hal. 116). Di halaman 135 sampai 145, dia berbicara tentang Islam dan keadilannya meski dalam kondisi perang, hingga berakhir pada kesimpulan bolehnya membunuh warga sipil, rakyat biasa yang non-muslim di mana saja dengan dalil orang-orang kafir pun telah membantai warga sipil rakyat biasa kaum muslimin.

Bantahan
Entah keadilan dan keseimbangan hukum mana yang dia anut. Kalaulah warga sipil dari negara penjajah itu berada di medan pertempuran dengan kaum muslimin dan mereka terlibat dalam penyerangan terhadap kaum muslimin, maka dapat dibenarkan memerangi mereka. Tetapi apa yang terjadi dengan bom Bali? Tak ada seorang pun yang mengatakan bahwa di Bali sedang berkecamuk perang antara muslimin dan kafirin. Lagi pula, tak sedikit dari kaum muslimin yang menjadi korban bom jahat itu. Adapun ayat yang dijadikannya sebagai dalil:
“Barangsiapa yang menyerang kamu maka seranglah ia, sebanding dengan serangannya terhadapmu.” (Al-Baqarah: 194) dan ayat “Dan jika kamu memberikan balasan maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu.” (An-Nahl: 126)

Ayat-ayat ini sesungguhnya justru menjadi hujjah atasnya. Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ayat yang mulia ini, ada kemiripan dengan ayat-ayat lain dalam Al-Qur’an. Ayat ini meliputi disyariatkannya adil dan anjuran kepada sesuatu yang utama.” (Tafsir Al-Qur’anul Azhim, 2/617)
Warga sipil yang muslim ataupun non muslim tak seorang pun di antara mereka yang melakukan penyerangan dan terlibat perang, maka pembunuhan yang dilakukan terhadap mereka berarti menggugurkan salah satu pokok dari pokok-pokok Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? (Yaitu) bahwa seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain dan bahwa seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (An-Najm: 36-39)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa membunuh mu’ahad (orang kafir yang terikat perjanjian) tidak pada waktu/ tempatnya maka Allah mengharamkan surga untuknya.” (Hadits shahih dikeluarkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya no. 2760, An-Nasai dalam Sunan-nya no. 4761 dari shahabat Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Baqarah: 190)
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Yakni perangilah mereka (orang-orang kafir) di jalan Allah dan jangan melampaui batas dalam hal itu. Termasuk melakukan hal-hal yang dilarang seperti kata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah: Mencacah mayat orang kafir, mengambil harta rampasan perang tanpa sepengetahuan pemimpin jihad, membunuh wanita dan anak-anak serta orang tua (jompo) yang tidak memberikan bantuan pemikiran kepada mereka (pasukan kafir) dan tidak pula ikut perang bersamanya, membunuh pendeta dan biarawan, membakar pepohonan, dan membunuh hewan tanpa ada kemaslahatan. Hal serupa dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas, ‘Umar ibnu Abdil ‘Aziz, Muqatil bin Hayyan, dan selainnya.” (Kemudian) Ibnu Katsir mengutip beberapa hadits yang berkaitan dengan hal ini. (Lihat Tafsir Al-Qur’anil Azhim, 1/253)
Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengecualikan beberapa kalangan orang kafir untuk tidak diperangi dalam kondisi perang –yakni terhadap mereka yang tidak terlibat penyerangan– lalu bagaimana kiranya dengan orang kafir yang tidak berada dalam peperangan dan tidak terlibat penyerangan seperti di Bali, Jakarta, dan tempat-tempat lainnya? Jika dikatakan, “Bukankah kedatangan mereka (orang kafir) ke suatu tempat membawa kerusakan atau bahkan misi tertentu?” (seperti yang dikatakan Samudra di hal. 149-150, 155-158). Jawabannya: hal itu bukanlah dalil bolehnya membunuh mereka.
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata, “Tindakan menyakiti tidak boleh dilakukan pada siapapun baik itu kepada para turis ataupun pekerja (asing) karena mereka orang-orang yang masuk (ke suatu negara) dalam keadaan aman. Tetapi sampaikanlah nasehat kepada pihak negara agar mencegah mereka dari hal-hal yang tidak layak untuk ditampakkan. Adapun secara individu maka tidak boleh membunuh mereka atau melukainya, namun hendaknya diangkat perkaranya ke hadapan wulatul umur (pemerintah).” (Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah hal. 113)
Beliau juga berkata, “Tidak boleh membunuh orang kafir yang mendapat jaminan keamanan yang telah diizinkan masuk oleh negara dalam keadaan aman. Tidak boleh pula membunuh orang-orang yang bermaksiat, tidak pula melukai mereka.” (Fatawa Al-’Ulama Al-Akabir fima Uhdhira min Dimaa fi Al-Jazaair hal. 75)
Di dalam Shahih Al-Bukhari disebutkan bahwa Ummu Hani binti Abi Thalib mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Fathu Makkah. Ia mengadukan bahwa ‘Ali bin Abi Thalib akan membunuh orang (musyrik) yang meminta perlindungan kepadanya. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kami telah memberikan perlindungan kepada orang yang meminta perlindungan kepadamu, hai Ummu Hani.” (Hadits dikeluarkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya nomor 357 dari Ummu Hani binti Abi Thalib radhiallahu ‘anha)
Wallahul musta’an.

sumber:

http://www.cmm.or.id/cmm-ind_more.php?id=A122_0_3_0_M



Read More..